Bener Meriah, Aceh — Salah satu mahasiswa Prodi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Kedokteran Keluarga Layanan Primer (KKLP) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, dr. Tasmiadi, turut ambil bagian dalam kegiatan bakti sosial dan respons kesehatan di Kabupaten Bener Meriah sebagai bentuk kontribusi langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat pascabencana.
Keterlibatan dr. Tasmiadi sekaligus menjadi wujud nyata implementasi keunggulan Prodi PPDS KKLP FK USK dalam bidang disaster resilience. Hal ini sejalan dengan visi program studi untuk menghasilkan dokter spesialis yang mampu memberikan pelayanan komprehensif di layanan primer, berorientasi pada komunitas, serta memiliki kompetensi tanggap bencana pada fase prevention, preparedness, response, hingga recovery.
Kontribusi dr. Tasmiadi di Lapangan
Dalam kegiatan bakti sosial ini, dr. Tasmiadi berperan aktif dalam berbagai layanan kesehatan primer, termasuk:
- Pemeriksaan kesehatan dan penilaian kondisi klinis masyarakat terdampak
- Skrining tekanan darah, gula darah, serta faktor risiko penyakit kronis
- Edukasi promotif dan preventif terkait kesehatan keluarga
- Konseling kesehatan bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan pasien penyakit kronis
- Pengumpulan informasi awal (rapid health assessment) untuk melihat kebutuhan kesehatan masyarakat pascabencana
Kontribusi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa Prodi PPDS KKLP dalam memberikan pelayanan medis yang menyeluruh, berpusat pada keluarga, dan responsif terhadap situasi darurat.
Mendukung Misi Prodi KKLP dalam Kesiapsiagaan Bencana
Keikutsertaan dr. Tasmiadi selaras dengan misi Prodi PPDS KKLP FK USK, terutama dalam:
- Pengabdian masyarakat di bidang kedokteran keluarga layanan primer
- Penyelenggaraan pendidikan berbasis disaster resilience
- Penguatan keterampilan peserta didik dalam merespons kondisi krisis kesehatan
Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar menerapkan pendekatan kedokteran keluarga secara holistik, berorientasi komunitas, dan kolaboratif — kompetensi yang sangat dibutuhkan di daerah rawan bencana seperti Aceh.
Dampak dan Apresiasi dari Masyarakat
Masyarakat Bener Meriah menyambut baik kegiatan ini, terutama karena akses layanan kesehatan sempat terhambat akibat kondisi geografis dan situasi pascabencana. Layanan yang diberikan tidak hanya membantu pemulihan fisik, tetapi juga memperkuat edukasi kesehatan dan ketahanan masyarakat.
Komitmen Prodi KKLP FK USK
Prodi PPDS Kedokteran Keluarga Layanan Primer Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala terus berkomitmen mengembangkan dokter spesialis yang berdaya tanggap tinggi terhadap situasi bencana. Kegiatan seperti yang dilakukan oleh dr. Tasmiadi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya dalam mengembangkan kompetensi klinis, komunitas, dan kebencanaan secara berkelanjutan.













Comments are closed